No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Integrasi moda transportasi publik merupakan salah satu bentuk manajemen sistem transportasi publik yang mengkombinasikan dua atau lebih moda transportasi publik guna mewujudkan pelayanan transportasi publik yang optimal. Namun, sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari tiga juta jiwa dan potensi pergerakan yang besar, Kota Surabaya masih belum memiliki sistem transportasi publik yang terintegrasi sehingga pelayanan transportasi publik yang ada menjadi tidak efisien. Padahal, terdapat hubungan yang erat antara sistem pelayanan transportasi publik dengan sikap dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait konsep integrasi moda transportasi publik berdasarkan preferensi masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 orang responden pengguna moda transportasi publik di wilayah studi yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis statistika deskriptif, teknik analisis Service Quality (Servqual), dan teknik analisis Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat tiga prioritas integrasi moda transportasi publik di Kota Surabaya menurut preferensi masyarakat di wilayah penelitian, yakni:1) Integrasi jadwal, integrasi dengan aspek sosial dan lingkungan, serta integrasi jaringan; 2) Integrasi informasi, integrasi tarif dan pembayaran, serta integrasi dengan aspek penggunaan lahan; dan 3) Integrasi fisik transportasi publik. Oleh karena itu, konsep integrasi moda transportasi publik yang bisa diterapkan di Kota Surabaya, antara lain: 1) Optimalisasi pelayanan transportasi publik melalui optimasi jaringan transportasi publik untuk mereduksi duplikasi pelayanan, sinkronisasi pelayanan moda transportasi publik untuk menciptakan pelayanan moda yang lebih bisa diandalkan, optimasi infrastruktur dan lokasi fisik pelayanan transportasi publik untuk menciptakan perilaku perjalanan yang bergantung pada lokasi fisik; serta redesain sistem penyediaan informasi pelayanan transportasi publik untuk menciptakan pelayanan yang dapat diakses dengan mudah, 2) Restrukturisasi sistem tarif dan pembayaran transportasi publik menggunakan kombinasi sistem tarif bertahap dan zona.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 3 citations exist upstream.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.