No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Sebagai saluran ilmu pengetahuan, khabar s}a>diq sangat diakui dalam Islam. Selain tiga saluran yang lain yaitu, pancaindra, akal, dan intuisi, khabar s}a>diq juga menjadi asas penting dalam epistemologi Islam. Ia menjadikan ilmu pengetahuan dalam Islam muncul, tumbuh, dan berkembang hingga saat ini. Karena perannya sebagai metode transmisi ilmu inilah, al-Qur’an dan al-Hadis menjadi terjaga keasliannya hingga saat ini, dan tidak terjadi perubahan sedikit pun. Berbeda dengan Islam, Barat hanya menjadikan indra dan akal sebagai asas epistemologi mereka. Hal ini berdampak pada ketidakpercayaan mereka terhadap hal-hal yang metafisik, semua haruslah nyata, dapat dilihat, dan diakal. Mereka akhirnya menjadi ragu terhadap keaslian kitab suci. Keraguan ini juga diterapkan terhadap al-Qur’an. Padahal, al-Qur’an berbeda dengan kitab suci yang lain dalam pengambilan sumber berita (wahyu). Tulisan ini akan menjawab asumsi yang menafikan berita yang benar (khabar s}a>diq) sebagai metode transmisi ilmu pengetahuan dalam Islam. Juga membuktikan bahwa khabar s}a>diq merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 10 citations exist upstream.
Papers that cite the same references — the relational fallback while embeddings are still backfilling.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.