No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
“Comparative lawyer is a lonely lawyer,” begitu ungkapan \nbanyak kalangan pengkaji hukum di negara-negara Barat. Ahli \nperbandingan hukum (comparative law) menjadi orang yang \npaling kesepian karena tidak begitu banyak yang menaruh \nminat terhadap kajian ini disamping keilmuan perbandingan \nhukum itu sendiri yang masih kontroversial. Benarkah ia \nlayak menjadi kajian yang bisa disebut sebagai ilmu hukum \nyang mandiri?1 Terlepas dari polemik ini, tren kajian hukum \nkita selama ini tampaknya memang masih belum memberikan \nperhatian yang dalam terhadap ilmu perbandingan hukum. \nIni boleh jadi karena pengaruh yang tidak bisa kita tolak dari \ndominasi positivisme hukum yang begitu menggejala setelah \nnegara kita terlepas dari kungkungan penjajahan, walaupun \nsesungguhnya filsafat positivisme tersebut sejatinya adalah \noleh-oleh dari kolonialisme itu sendiri.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 39 citations exist upstream.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.