No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Dasar dari penulisan buku yang sederhana ini dimulai sejak saya menulis skripsi \ntentang musik Begamal di daerah Sanggau Kalimantan Barat sebagai karya akhir untuk \nmenempuh jenjang sarjana pada tahun 1989. Setelah itu saya melakukan perjalanan \nbudaya serta pengamatan terkait aktifitas musik tradisional di pedalaman Kalimantan \nsecara inten sejak tahun 1994 atas bimbingan Profesor Takashi Shimeda. Lokasi tujuan \nperjalanan difokuskan pada daerah-daerah pedalaman yang merupakan tempat tinggal \norang asli Kalimantan. Mereka lebih dikenal dengan nama suku Dayak, yang tersebar di \nKalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Sebenarnya, saya pun \ntidak dapat memperkirakan hingga kapan kegiatan perjalanan ini akan usai, karena \nsampai saat ini pun masih banyak sekali permasalahan terkait musik di pedalaman yang \nbelum diungkap. Beberapa artikel di dalam jurnal yang pernah saya tulis, seperti: Musik \nBegamal” Musik Utama Masyarakat Laur di Kalimantan Barat” pada jornal SENI Edisi \nKhusus tahun 1992 “, An Ethnomisicological Study of The Belian Ceremony in Central \nKalimantan” pada jurnal MUDRA Edisi Khusus yang diterbitkan oleh ISI (Institut Seni \nIndonesia) Denpasar pada tahun 2007, “Musik Karungut di Masyarakat Ngaju” pada \njurnal SELONDING oleh jurusan Etnomusikologi ISI (Institut Seni Indonesia) \nYogyakarta pada tahun 2013, “Gong dalam Tradisi Dayak” pada jurnal KREATIVITA \noleh UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), merupakan salah satu embrio dari \ntersusunya buku ini. \nSaya sebagai pegawai negeri sipil dan mengemban tugas pengampu matakuliah \nmusik Kalimantan, musik Asia Timur dan Tenggara pada Jurusan Etnomusikologi di \nperguruan tinggi seni (ISI Yogyakarta), sangat prihatin karena sedikitnya jumlah \nreferensi mengenai musik Kalimantan yang dapat dijadikan sebagai sumber acuan. \nSecara internal, saya juga memberikan motivasi pada para mahasiswa putra daerah \nKalimantan untuk meneliti musik mereka masing-masing sebagai karya tugas akhirnya. \nBeberapa kali saya turut melibatkan mahasiswa putra daerah untuk mengadakan \npenelitian di daerahnya sendiri, tetapi karena segala keterbatasan membuat gagasan ini \ntidak dapat dilakukan secara intensif. Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmatnya \nsehingga penulisan buku “MUSIK SUKU DAYAK: Sebuah Catatan Perjalanan di \nPedalaman KALIMANTAN” dapat diselesaikan. Saya mencoba membuat peta wilayah \nmusik dengan mengidentifikasi jenis musik suku Dayak di daerah pedalaman dari \nbeberapa sudut pandang seperti: bentuk pertunjukan, jenis instrument, fungsi musik dan \npenyebaran alat musik. Di samping itu saya juga menyajikan gambaran kondisi alam \ndan gambaran kehidupan masyarakat pedalaman yang memiliki hubungan erat dengan \naktivitas musik. Sudah barang tentu buku ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari \nberbagai pihak, baik berupa motivasi, pemikiran maupun pengumpulan data lapangan \ndan buku-buku referensi. \nOleh sebab itu, saya menyampaikan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada \nbeberapa pihak yang memiliki jasa besar hingga terselesaikannya buku ini. Institut Seni \nIndonesia Yogyakarta dan UPT perpustakaan yang telah memberikan motivasi, perijinan \ndan menerbitkan buku ini. Kepada Prof. Dr. Takashi Simeda, beliau adalah guru dan \nteman yang telah banyak membimbing dalam penelitian dan selalu memberikan \nmotivasi. Prof. Dr. Bernard Sellato, selaku antropolog senior yang telah banyak \nmemberikan motivasi dan meminjamkan beberapa referensi tentang kebudayaan Dayak. \nProf. Dr. Victor Ganap, M.Ed., sebagai guru saya yang telah sudi memberikan Kata \nPengantar dan motivasi dalam buku ini. Beberapa teman, Sukoco, Eliyas Ngiuk, (tim \nekspididi I) dan Widiyarti Rochmaningtiyas, Daniel Christian Nuhan, Annamira Sophia \nLatuconsina dan Ayu Tresna Yunita (tim ekspidisi VI) yang telah membantu tenaga dan \npikiran dalam mengumpulkan data. Michael H.B. Raditya yang telah bersedia membantu \nmenjadi editor dalam penulisan buku ini, Ari Sumarsono yang telah membantu \npenulisan notasi, dan Bagus Adi Chandra yang telah membantu pembuatan design cover \ndalam buku ini. \nSaya juga mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada teman, kawan, \nkerabat selama penelitian dilakukan. Keluarga Belariq Kaya dan masyarakat di Long \nKerioq, Tiong Ohang, Tiong Buu, Kampung Baru, di Hulu sungai Mahakam yang telah \nmemberikan fasilitas dan informasi selama penulis tinggal di sana. Masyarakat Dayak \nPunan Benalui dan Punan Tubu di kampong Belaga, Mentarang dan Malino yang telah membantu dalam pengumpulan data. Masyarakat di kecamatan Pujungan yang telah \nmemberikan fasilitas dan membantu dalam pengumpulan data Keluarga Marcus di \nSerawak Malaysia yang telah memberikan fasilitas akomudasi selama tinggal di sana. \nMasyarakat di Tumbang Kurik, Tumbang Haputung dan Tumbang Ponyoe yang telah \nmemberikan fasilitas dan membantu pengumpulan data selama tinggal di sana. Liti \nseorang belian dari suku Siang yang telah bersedia menjadi nara sumber. Mama Oik dan \nTue selaku penyanyi sansana dan kandan di Kalimantan Tengah. Keluarga Thomas dan \nmasyarakat di kampung Saripoi, Tanah Siang, Barito Utara yang telah memberikan \nfasilitas dan transportasi selama saya tinggal di sana. Keluarga Yulius Titus Nuhan dan \nmasyarakat di kampung Tumbang Lahang Kalimantan Tengah yang telah memberikan \nfasilitas dan membantu dalam pengumpulan data. Tabae Alui, Apui, Simson Imang ( \nnara sumber ) dan masyarakat di kampung Pampang Kalimantan Timur yang telah \nmembantu dalam pengumpulan data.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 12 citations exist upstream.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.