No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Penelitian ini mencoba mengungkap berbagai faktor yang melatarbelakangi keputusan Brazil untuk meratifikasi Paris Agreement sebagai hasil dari Conference of Parties (COP) 21 di Paris pada tahun 2015. Dari hasil analisis secara kualitatif yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor pertama yang melatarbelakangi Brazil meratifikasi Paris Agreement adalah adanya potensi kerjasama dengan negara lain di bidang energi terbarukan, yaitu etanol. Brazil yang merupakan produsen etanol terbesar kedua di dunia, dan eksportir terbesar pertama di dunia memiliki potensi untuk melakukan kerjasama dengan negara lain dalam sektor etanol ini. Negara lain mulai berkeinginan untuk mencampur bahan bakar alat transportasinya dengan etanol pada beberapa tahun mendatang. Kerjasama sektor etanol dengan negara lain dapat menciptakan interdependensi di bidang energi, meningkatkan perekonomian, sekaligus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca yang dijanjikan dalam NDC (Nationally Determined Contribution) \nFaktor kedua yang melatarbelakangi Brazil meratifikasi Paris Agreement dapat dilihat melalui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pengambilan kebijakan di sebuah negara. Faktor internalnya dapat dikategorikan menjadi societal sources (kekeringan besar yang melanda Brazil tahun 2005 dan 2010), governmental sources (dukungan dari senat yang mulai peduli terhadap masalah perubahan iklim), dan individual sources (kebijakan populer untuk membuat Presiden Temer lebih populer). Dan faktor eksternlnya berupa kerjasama dengan AS dan Jerman yang dilakukan Presiden Dilma Rousseff sebelum dilaksanakannya Paris Agreement.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 210 citations exist upstream.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.