No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Tulisan ini menjelaskan tentang tradisi berbusana (rimpu) bagi wanita muslimah denganmenggunakan sarung tradisional khas daerah Bima. Rimpu pertama kali diperkenankan setelahmasuknya Islam di Kesultanan Bima, sebagai bentuk pengejewantahan ajaran Islam dalammenutup aurat bagi setiap wanita muslimah.Tradisi rimpu lahir dari perjumpaan antara ajaranagama Islam dengan budaya lokal masyarakat setempat. Secara umum, Rimpu ada dua jenis yaituRimpu Biasa dan Rimpu Mpida. Rimpu biasa dipakai oleh wanita yang sudah berkeluargasedangkan rimpu mpida biasanya dipakai oleh perempuan yang masih gadis. Eksistensi rimpu didaerah Bima menjadi sebuah persepsi, tradisi, dan ekspresi yang mencirikan kesadaran wanitadalam menjalankan ajaran agamanya sekaligus membudayakan busana lokal tanpa meninggalkansubstansi ajaran Islam. Keberadaan rimpu di era modern, seakan berada dalam posisi budaya yangdilematis, fashion dan style perempuan kekinian membuat sebagian perempuan kurang pedulidengan identitas budayanya. Karenanya, rimpu sebagai perjumpaan budaya lokal dengan ajaranIslam diperlukan keterlibatan semua pihak dalam meruwat dan melestarikannya sebagai identitasbudaya setempat.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 3 citations exist upstream.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.