No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Perkembangan Hadis di Indonesia pada abad ke-19 M. Masih belum mendapat tempat dalam hati masyarakat Indonesia sebagaimana Tafsir al-Qur’an dan Fiqh. Materi pelajaran hadis dan ilmu hadis berikut kitab-kitabnya pada abad ke-19 memang belum banyak dikaji di beberapa lembaga pendidikan termasuk di pesantren-pesantren pada saat itu, namun di sisi lain, di akhir abad ke-19 muncul ulama Nusantara yang telah mengibarkan keilmuan hadisnya di Timur Tengah, yaitu Muhammad Mahfuzh at-Tirmasi. Banyak sekali intelektual muslim, baik dari Indonesia maupun luar yang belajar kepada Kyai Mahfuzh. Di antara karya monumental Kyai Mahfuzh adalah Manhaj Dzawi an-Nazhar yang hendak dibahas dalam artikel ini. Kajian ini merupakan kajian pustaka dengan menjadikan karya-karya KH. Mahfuzh at-Tirmasi sebagai sumber datanya, terutama Kitab Manhaj dzawi an-Nadhar yang merupakan kitab yang menjelaskan (men-syarh) kitab Nazham Alfiyah karya Imam as-Suyuthi yang memfokuskan kajian pada bidang ilmu hadis. Kitab as-Suyuthi ini disajikan dalam bentuk nazham (salah satu bentuk sya’ir Arab) yang berisi penjelasan-penjelasan tentang kaidah-kaidah ilmu musthalah hadis, sehingga tidak semua kalangan dapat memahami maksud kitab tersebut secara mudah. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kritis.
Loading…
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.