No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Budaya sesajen menjadi salah satu contoh akulturasi budaya Hindu-Islam. Kebudayaan ini menjadi identitas masyarakat lokal. Kebudayaan sesajen menjadi identitas dan akulturasi serta menjaga kearifan lokal seluruh sistem kehidupan. Akan tetapi hal ini bertolak belakang dengan budaya islam modern yang memgang teguh al-qur’an dan Hadist. Masyarakat awam tidak mengetahui makna serta nilai yang terkandung dalam budaya sesajen. Tujuan penelitian ini ialah 1) menganalisis kebudayaan sesajen, 2) mendeskripsikan kebudayaan sesajen sebagai identitas, 3) menganalisis sesajen sebagai akulturasi budaya, 4) menemukan model pelestarian sebagai kearifan lokal. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan kualitatif, intrumen penelitian ini menggunakan observasi partisipasif, catatatan lapangan dan wawancara mendalam. Observasi dilakukan dengan catatan lapangan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, remaja, serta tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan 1) budaya sesajen mulai luntur seiring berkembangnya zaman,serta tidak diminati oleh kalangan muda., 2) Penampilan sesajen pun sangat sederhana dengan balutan kopi,rujak,rokok,bara api 3) model pelestarian dengan cara menurunkan ilmunya ke generasi selanjutnya. Kebudayaan sesajen menjadi dwi fungsi makna dalam hidup bermasyarakat, menjadi sebuah identitas budaya serta kearifan lokal masyarakat yang hanya dapat dilakukan oleh semua pihak yang terlibat baik kalangan masyarakat tertentu dan keluarga tokoh adat.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 8 citations exist upstream.
Papers that cite the same references — the relational fallback while embeddings are still backfilling.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.