No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama ini menggunakan beberapa metode penelitian; antara lain metode kritik literer-sejarah, kritik sosial-sains, dan metode sains-arkeologi yang dipengaruhi oleh model analisis William Dever, Frank Moore Cross dan Mark S. Smith.Untuk kepentingan konsistensi, penulis melakukan standarisasi materi yang terdapat dalam buku ini, seperti istilah “Yahweh”, “El”, “Yahwisme”, “Alkitab”, “Kitab Ibrani” dan “Israel”. “Yahweh” menunjuk kepada Allah Israel, Allah yang berasal dari Seir, Edom, Midian, Paran dan Sinai, juga dipercaya sebagai allah yang disembah orang Midian dan Keni,. Sedangkan “Yahwisme” merupakan ideologi yang menempatkan Yahweh sebagai allah utama yang ditujukan kepada Israel dan Yehuda yang disembah sebagai Tuhan dan Allah mereka. Istilah “Alkitab” merujuk kepada teks-teks Ibrani yang telah melalui proses penafsiran dan penerjemahan; khususnya yang dilakukan oleh sarjana Masoret, dilanjutkan dengan munculnya beberapa varian teks yang dipergunakan sampai saat ini. Sedangkan arti terminologi “Kitab Ibrani” adalah teks-teks yang ditulis (dibentuk, diedit dan disusun) oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap sistem keagamaan Israel; dalam hal ini para penyusun yang berkepentingan mempertahankan Yahweh sebagai allah Israel atau penyusun yang berkepentingan dengan segala hal yang berhubungan dengan Bait Allah dan tata ibadahnya, kelompok yang berkepentingan dalam mempertahankan Elohim sebagai Allah utama Israel yang kemudian harus berhadapan dengan golongan Yahwisme, serta para penyusun yang memiliki ideologi sentralisasi Ibadah di Israel, yaitu ibadah hanya kepada Yahweh semata.Penulisan buku ini dimulai dengan melihat keterbatasan material teks-teks biblika dalam mengungkapkan rangkaian fakta sejarah, sertaviibagaimana material kultur sebagai sumber hard data berkontribusi pada penguatan data-data biblikal, kemudian dilanjutkan dengan gambaran politeisme Israel yang dimulai sebelum era monarki berdiri sampai dengan era monarki, dan berakhir pada reformasi Deuteronomi.Tiga bab terakhir merupakan penggalan-penggalan material yang memperkenalkan Yahweh sebagai ilah yang berasal dari Selatan Palestina yang memperkenalkan dirinya kepada Musa di Midian, atau yang telah disembah oleh orang Keni dalam waktu yang sangat panjang. Selain itu, kita juga melihat satu figur allah Israel yang dikenal dengan El yang ditenggarai pada awalnya merupakan ilah yang dikenal dan disembah oleh para Patriak Israel. Pada akhirnya buku ini ditutup penulis dengan memasukkan dua review, yang pertama karya Stephen L. Cook ‘the Social Roots of Biblical Yahwism’ yang melihat Yahweh dari perspektif ikatan perjanjian Sinai yang diusung oleh Mikha dan Hosea, dan dilawankan dengan sederat pelanggaran Israel dan Yehuda terhadap perjanjian tersebut. Sedangkan review yang kedua berasal dari karya Natan Mac Donald, One God or one Lord?: Deuteronomy and the Meaning of Monotheism, yang menekankan pentingnya melihat teks-teks Deuteronomy yang memiliki muatan atau informasi mengenai Yahweh sebagai satu-satunya Allah Israel dan Yehuda, yang menjadi cikal bakal dari konsep atau ideologi monoteisme Israel.Penulis sangat berhutang kepada karya-karya para sarjana Ancient Near Eastern Texts yang telah menyediakan informasi yang diperlukan dalam penulisan buku ini.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 16 citations exist upstream.
Papers that cite the same references — the relational fallback while embeddings are still backfilling.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.