No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Karya seni karawitan Achromatic mengacu pada konsep garap karya kreativitas gamelan. Dalam penciptaan karya ini bukan berarti terputus dari akar tradisi, melainkan musik yang diciptakan sebagai hasil perkembangan tradisi sampai saat ini. Pada garapan karya seni karawitan ini penata menggunakan media ungkap bagian dari gamelan semarandana, yang terdiri dari: kajar, dua tungguh gangsa dan kantil, dua tungguh jublag dan jegog. Menurut penata instrument yang dipilih dalam garapan ini sangat tepat untuk mentransformasikan ke dalam konsep garap, seperti menggunakan perpaduan karakter suara berbeda dari setiap instrument, sama halnya dengan penggunaan perpaduan warna dalam lukisan aliran Ekspresionisme yang disebut dengan Achromatic. Proses kreativitas garapan komposisi yang penata terapkan mengacu pada tiga tahapan dalam berkarya seni yaitu tahap penjajagan (eksplorasi), tahap percobaan (improvisasi), tahap pembentukan (forming). Tujuan merupakan sasaran dalam melaksanakan kegiatan tertentu. Adapun tujuan dari skrip karya ini adalah untuk mentransformasikan konsep aliran lukis Ekspresionisme ke dalam garapan karya seni karawitan yang berjudul Achromatic yang terbentuk dari perpaduan ekspresi penata dan perpaduan hasil dari karakter suara antara bilah dan pencon pada setiap instrument yang digunakan, sebagai inspirasi dalam kehidupan, khususnya para seniman, bahwa setiap perasaan yang dirasakan pada saat kapanpun perasaan tersebut bisa dijadikan sebuah karya seni.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 4 citations exist upstream.
Papers that cite the same references — the relational fallback while embeddings are still backfilling.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.