No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Ekolinguistik sebagai cabang dari linguistik yang akhir-akhir ini sering ditemukan dalam publikasi ilmiah belum secara mendalam didiskusikan dari segi paradigma yang mendasarinya. Artikel ini berargumen bahwa ekolinguistik merupakan hasil dari perkembangan paradigma fungsional yang dipelopori oleh Malinowski, seorang antropolog yang kemudian meneruskan pemikirannya kepada J.R. Firth dan M.A.K. Halliday. Secara spesifik, artikel ini menyajikan pembahasan unsur-unsur paradigma fungsional dalam ekolinguistik dengan mengadopsi teori paradigma dalam ilmu budaya menurut Ahimsa-Putra (2009). Dengan pendekatan kajian pustaka, tulisan ini mengumpulkan berbagai kajian mengenai fungsionalisme dan ekolinguistik dari berbagai buku dan jurnal internasional. Artikel ini mengungkapkan bahwa ekolinguistik merupakan pengejawantahan prinsip positivisme yang berlandaskan pada pengamatan terhadap perilaku masyarakat yang hidup dalam sebuah jaring-jaring yang terdiri dari manusia, lingkungan fisik, budaya, sistem, dan fungsi-fungsi di dalam suatu masyarakat. Ekolinguistik memiliki beberapa tujuan, diantaranya menjelaskan pengaruh keberagaman biologi terhadap keberagaman bahasa, mengungkap pengaruh kerusakan ekologi terhadap kepunahan bahasa, menggali praktik-praktik ekologis terhadap kearifan lokal, dan menjelaskan pengaruh bahasa terhadap perilaku manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Artikel ini merekomendasikan pembahasan lebih lanjut mengenai kajian filosofis dalam ekolinguistik.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 7 citations exist upstream.
Papers that cite the same references — the relational fallback while embeddings are still backfilling.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.