No open-access location is known for this record yet.
No open-access location is known for this record yet.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud leksikon dan makna filosofi kultural penggunaan simbol flora dalam kada Tominaa pada acara Ma’bua’ suku Toraja. Jenis penelitian ialah deskriptif kualitatif menggunakan analisis ekolinguistik dengan teori ekolinguistik dialektikal. Data berupa tuturan kada Tominaa yang diperoleh dari hasil wawancara dan sumber lain yang relevan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak melalui teknik wawancara, rekam, dan catat. secara deskriptif kualitatif melalui teknik transkipsi, terjemahan, klasifikasi, dan analisis data. Kami menemukan: (1) wujud leksikon flora yang meliputi sendana ‘cendana’, tabang ‘andong’, pusuk ‘pucuk enau’, belo bubun ‘bunga puring’, ue ‘rotan’, bambalu ‘liana’, balaan ‘liana’, pulu’ kombong ‘beras ketan putih’, barra’ riri ‘beras kuning’ dan punti bulaan ‘pisang emas’; (2) makna filosofi kultural dilatarbelakangi oleh tiga dimensi praksis sosial yaitu, dimensi ideologis mengenai konsep dan pemahaman suku Toraja terhadap leksikon flora; dimensi sosiologis menggambarkan hubungan suku Toraja dengan alam khususnya unsur flora yang bukan hanya sebagai hubungan fungsional, melainkan juga hubungan persaudaraan; dimensi biologis menguraikan karakteristik biologis dari leksikon flora yang layak digunakan sebagai simbol pada acara Ma’bua’. penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang relevan dan sebagai upaya dari pelestarian budaya lokal suku Toraja.
Loading…
Stored only when both papers are in the corpus — 1 citations exist upstream.
Papers that cite the same references — the relational fallback while embeddings are still backfilling.
Imported from OpenAlex (CC0) — nothing here is generated.